Nama : Priandita Setiyawan
Npm : 46213912
Kelas : 3DA01
2.2.1
Pengertian Analisis Laporan Keuangan
Salah satu sumber informasi yang penting bagi
para pengguna laporan keuangan dalam pengambilan suatu keputusan ekonomi adalah
melalui laporan keuangan. Laporan keuangan menyajikan banyak informasi mengenai
kinerja manajemen dan kesehatan perusahaan. Namun tidak dapat dipungkiri bahwa
laporan keuangan masih memiliki banyak kekurangan dalam menyajikan informasi
yang dibutuhkan oleh beberapa pihak, oleh karena itu dibutuhkanlah analisis
atas laporan keuangan yang digunakan untuk menganalisis dan menafsirkan laporan
tersebut sehingga dapat memberikan informasi yang berarti bagi pihak-pihak yang
berkepentingan dengan perkembangan hasil kinerja perusahaan.
Jumingan (2011, p. 42) menjelaskan bahwa
analisis laporan keuangan meliputi penelaahan tentang hubungan dan
kecenderungan atau tren utnuk mengetahui apakah keadaan keuangan, hasil usaha,
dan kemajuan keuangan perusahaan memuaskan atau tidak memuaskan. Analisis
dilakukan dengan mengukur hubungan antara unsur-unsur laporan keuangan dan
bagaimana perubahan unsur-unsur itu dari tahun ke tahun untuk mengetahui arah
perkembangannya. Kegiatan analisis laporan keuangan juga dilakukan dengan
tujuan agar dapat memperoleh gambaran yang jelas mengenai keadaan keuangan dan
hasil usaha perusahaan sehingga informasi tersebut dapat dijadikan sebagai
bahan acuan dalam pengambilan keputusan.
Harahap (2008, p. 190) mendefinisikan bahwa
laporan keuangan adalah menguraikan pos-pos laporan keuangan menjadi unit
informasi yang lebih kecil dan melihat hubungannya yang bersifat signifikan
atau yang mempunyai makna antara yang satu dengan yang lain baik antara data
kuantitatif maupun data non-kuantitatif dengan tujuan untuk mengetahui kondisi
keuangan lebih dalam yang sangat penting dalam proses menghasilkan keputusan
yang tepat. Analisis laporan keuangan dihitung dengan cara membandingkan satu
pos dengan pos laporan keuangan lainnya baik secara individu maupun
bersama-sama guna mengetahui hubungan di antara pos tertentu, baik dalam neraca
maupun laporan laba rugi.
Dapat
disimpulkan bahwa rasio keuangan merupakan alat ukur yang digunakan perusahaan
untuk menganalisis laporan keuangan. Dengan menggunakan analisis laporan
keuangan, analis dapat mengetahui baik dan buruknya keadaan dan posisi keuangan
suatu perusahaan dari satu periode ke periode berikutnya. Di sisi lain, dengan
menggunakan analisis laporan keuangan, para manajer keuangan perusahaan dapat
memprediksikan cara-cara yang harus mereka tempuh agar perusahaan mendapatkan
tambahan dana dari para investor.
2.2.2
Tujuan Analisis Laporan Keuangan
Harahap (2008, p. 195) menjelaskan bahwa ada
10 tujuan dari analisis laporan keuangan, antara lain :
1. Dapat
memberikan informasi yang lebih luas, lebih dalam daripada yang terdapat dari
laporan keuangan biasa.
2. Dapat
menggali informasi yang tidak tampak secara kasat mata (explicit) dari suatu laporan keuangan atau yang berada dibalik
laporan keuangan (implicit).
3. Dapat
mengetahui kesalahan yang terkandung dalam laporan keuangan.
4. Dapat
membongkar hal-hal yang bersifat tidak konsisten dalam hubungannya dengan suatu
laporan keuangan baik dikaitkan dengan komponen intern laporan keuangan maupun
kaitannya dengan informasi yang diperoleh dari luar perusahaan.
5. Mengetahui
sifat-sifat hubungan yang akhirnya dapat melahirkan model-model dan teori-teori
yang terdapat dilapangan seperti untuk prediksi, peningkatan (rating).
6. Dapat
memberikan informasi yang diinginkan oleh para pengambil keputusan. Dengan
perkataan lain apa yang dimaksud dari suatu laporan keuangan merupakan tujuan
analisis laporan keuangan juga.
7. Dapat
menentukan peringkat perusahaan menurut kriteria tertentu yuang sudah dikenal
dalam dunia bisnis.
8. Dapat
membandingkan situasi perusahaan dengan perusahaan lain dengan periode
sebelumnya atau dengan standar industri normal atau standar ideal.
9. Dapat
memahami situasi dan kondisi keuangan yang dialami perusahaan, baik posisi
keuangan, hasil usaha, struktur keuangan dan sebagainya.
10. Bisa juga
memprediksikan potensi apa yang mungkin dialami perusahaan di masa yang akan
datang.
Pendapat
lain juga dikemukakan oleh Kasmir, (2011, p. 68) bahwa tujuan analisis laporan
keuangan antara lain adalah :
1.
Untuk mengetahui posisi keuangan perusahaan
dalam satu periode tertentu, baik aset, kewajiban, modal maupun hasil usaha
yang telah dicapai untuk beberapa periode tertentu,
2.
Untuk mengetahui kelemahan-kelemahan apa saja
yang menjadi kekurangan perusahaan,
3.
Untuk mengetahui langkah-langkah perbaikan apa
saja yang perlu dilakukan ke depan yang berkaitan dengan posisi keuangan
perusahaan saat ini,
4.
Untuk melakukan penilaian kinerja manajemen ke
depan apakah perlu penyegaran atau tidak,
5.
Untuk digunakan sebagai pembanding dengaan
perusahaan sejenis tentang hasil yang mereka capai,
Dari poin-poin
di atas, dapat disimpulkan bahwa manfaat dari analisis laporan keuangan adalah
dapat mengetahui adanya kekuatan atau kelemahan keuangan dari tahun-tahun
sebelumnya, dengan cara membandingkan angka rasio laporan keuangan dengan
standar yang ditetapkan. Melalui cara tersebut pihak manajemen dapat menilai
apakah kinerja perusahaan mengalami penigkatan atau mengalami penurunan pada
tahun tersebut, sehingga pihak manajemen dapat mengambil tindakan untuk
menanggapi kenaikan dan penurunan tersebut. Apabila perusahaan berada dibawah
standar, maka pihak manajemen akan mencari faktor-faktor yang menyebabkan
penurunan tersebut untuk pengambilan kebijakan guna menaikkan kembali angka
rasio perusahaannya.
2.2.3
Keterbatasan Analisis Laporan Keuangan
Hanafi (2009, p. 78) mengutarakan
bahwa meskipun analisis laporan keuangan sangat bermanfaat, tetapi ada beberapa
keterbatasan yang perlu diperhatikan, antara lain:
1.
Data yang mencatat dan dilaporkan oleh laporan
keuangan mendasarkan pada harga perolehan.
2.
Upaya perbaikan barangkali bisa dilakukan oleh
pihak manajemen untuk memperbaiki laporan keuangan sehingga laporan keuangan
tampak bagus.
3.
Banyak perusahaan yang mempunyai beberapa
divisi atau anak perusahaan yang bergerak pada beberapa bidang usaha
(industri), yang mengakibatkan analis susah dalam memilih pembanding perusahaan
dikarenakan perusahaan tersebut bergerak pada beberapa industri.
4.
Inflasi atau deflasi akan mempengaruhi laporan
keuangan terutama yang berkaitan dengan rekening-rekening jangka panjang
seperti investasi jangka panjang.
5.
Rata-rata industri merupakan rata-rata
perusahaan yang ada dalam industri. Ada beberapa perusahaan yang tidak bagus
yang dipakai dalam perhitungan rata-rata industri. Perusahaan yang ingin sukses
biasanya harus berada di atas rata-rata rasio industri, bukannya sama dengan
rata-rata industri. Begitu juga sebaliknya, angka yang lebih rendah
dibandingkan rata-rata industri juga tidak selalu berarti jelek. Ada banyak hal
yang harus dipertimbangkan sebelum menentukan baik buruknya suatu angka.
Di sisi lain Harahap (2008, p. 192) mengemukakan terdapat beberapa kelemahan
analisis laporan keuangan, antara lain :
1.
Analisa laporan keuangan bergantung pada
laporan keuangan, oleh karena itu kelemahan laporan keuangan harus selalu
diingat agar kesimpulan dari analisis itu tidak salah.
2.
Objek analisa laporan keuangan hanya laporan
keuangan. Angka-angka di dalam laporan keuangan tidak cukup untuk menilai suatu
laporan keuangan tetapi harus melihat juga aspek lainnya seperti tujuan
perusahaan, situasi ekonomi, situasi industri, gaya manajemen, budaya manajemen
dan budaya masyarakat.
3.
Objek analisis data historis yang
menggambarkan masa lalu dan kondisi ini berbeda dengan kondisi masa depan.
4.
Terdapat beberapa perbedaan prinsip yang bisa
menjadi penyebab perbedaan angka jika dilakukan perbandingan dengan perusahaan
lain misalnya :
a)
Prinsip Akuntansi,
b)
Ukuran Perusahaan,
c)
Jenis Industri,
d)
Periode Laporan,
e)
Laporan Individual atau Laporan Konsolidasi,
f)
Jenis perusahaan spek profit motive atau non profit motive.
2.3 Analisis Rasio Keuangan
Menurut Jumingan (2011, p. 118)
analisis rasio keuangan yaitu :
“Angka yang menunjukkan hubungan
antara suatu unsur dengan unsur lainnya dalam laporan keuangan. Hubungan antara
unsur-unsur laporan keuangan tersebut dinyatakan dalam bentuk matematis yang
sederhana. Secara individual rasio itu kecil artinya kecuali jika dibandingkan
dengan suatu rasio standar yang layak dijadikan dasar pembanding. Apabila tidak
ada standar yang dipakai sebagai dasar pembanding dari penafsiran rasio-rasio
suatu perusahaan, penganalis tidak dapat menyimpulkan apakah rasio-rasio itu
menunjukkan kondisi yang menguntungkan atau tidak menguntungkan”
Dalam bukunya Harahap (2008,
p.297) juga menjelaskan bahwa angka yang didapatkan dalam analisis rasio
keuangan adalah hasil dari satu laporan keuangan dengan pos lainnya yang
mempunyai hubungan yang relevan dan signifikan (berarti). Rasio keuangan ini
hanya menyederhanakan informasi yang menggambarkan hubungan antara pos tertentu
dengan pos lainnya. Dengan penyederhanaan tersebut dapat ternilai secara cepat.
Dapat
disimpulkan bahwa analisis rasio keuangan adalah suatu perhitungan yang
dilakukan untuk membantu dan menginformasikan suatu laporan keuangan yang
disajikan dalam bentuk matematis yang sederhana. Dalam artian, informasi berupa
persentase dan tingkatan angka yang sederhana tersebut menggambarkan hubungan
satu akun dengan akun lainnya yang terdapat dalam suatu laporan keuangan pada
periode tertentu.
2.3.1 Tujuan Analisis Rasio Keuangan
Wild
(2005, p. 36) mengemukakan bahwa terdapat beberapa keunggulan dalam analisis
laporan keuangan, antara lain :
1.
Melalui perhitungan rasio keuangan diharapkan
agar informasi yang terkandung di dalam laporan keuangan lebih mudah dibaca dan
ditafsirkan.
2.
Lebih memudahkan untuk mengetahui posisi
perusahaan di tengah industri lain.
3.
Sebagai bahan dalam pengambilan keputusan dan
model prediksi.
4.
Mengukur standar perusahaan.
5.
Lebih mudah membandingkan perusahaan dengan
perusahaan lain, atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik.
6.
Lebih memudahkan perusahaan dalam melakukan
prediksi di masa yang akan datang.
2.3.2 Keunggulan
Analisis Rasio Keuangan
Harahap (2008, p. 298) berpendapat
bahwa rasio keuangan mempunyai beberapa keunggulan, antara lain :
1.
Rasio merupakan angka-angka atau ikhtisar
statistik yang lebih mudah dibaca dan ditafsirkan
2.
Merupakan pengganti yang lebih sederhana dari
informasi yang disajikan laporan keuangan yang sangat rinci dan rumit
3.
Mengetahui posisi perusahaan di tengah
industri lain
4.
Sangat bermanfaat untuk bahan dalam
model-model pengambilan keputusan
5.
Lebih mudah memperbandingkan perusahaan dengan
perusahaan lain atau melihat perkembangan perusahaan secara periodik
6.
Lebih mudah melihat trend serta melakukan
prediksi di masa yang akan datang.
2.3.3 Keterbatasan Analisis Rasio Keuangan
Harahap (2013, p.298) mengungkapkan
bahwwa selain memiliki beberapa keunggulan, analisis rasio keuangan juga
memiliki beberapa keterbatasan, yaitu:
1.
Kesulitan dalam memilih rasio yang tepat yang
dapat digunakan untuk kepentingan pemakainya,
2.
Keterbatasan yang dimiliki akuntansi atau
laporan keuangan juga menjadi keterbatasan teknik seperti ini seperti,
a.
Bahan pelindung rasio atau laporan keuangan
itu banyak mengandung taksiran dan judgment
yang dapat dinilai bias atau subjective,
b.
Nilai yang terkandung dalam laporan keuangan
dan rasio adalah nilai perolehan (cost)
bukan harga pasar,
c.
Klasifikasi dalam laporan keuangan bisa
berdampak pada angka rasio,
d.
Metode pencatatan yang tergambar dalam standar
akuntansi bisa diterapkan berbeda oleh perusahaan yang berbeda,
3.
Jika tidak menghitung rasio tidak tersedia,
akan menimbulkan kesulitan menghitung rasio,
4.
Sulit jika data yang tersedia tidak sinkron,
5.
Dua perusahaan dibandingkan bisa saja teknik
dan standar akuntansi yang dipakai tidak sama. Oleh karenanya jika dilakukan
perbandingan bisa menimbulkan kesalahan.
2.3.4 Rasio – Rasio Keuangan
1)
Rasio
Modal Kerja (Rasio Likuiditas)
Libby
(2008, p. 714) mengemukakan bahwa yang dimaksud dengan rasio likuiditas adalah
rasio yang mengukur kemampuan perusahaan untuk memenuhi kewajiban yang jatuh
tempo pada periode ini. Rasio likuiditas berfokus pada hubungan antara aset
lancar dan kewajiban lancar. Kemampuan perusahaan untuk membayar kewajiban
lancar merupakan faktor yang penting dalam mengevaluasi kekuatan keuangan
perusahaan. Perusahaan yang tidak memiliki aset kas untuk membayar pembelian
tepat waktu akan kehilangan beberapa peluang untuk memanfaatkan potongan tunai
dan akan menghadapi risiko kreditur menghentikan pemberian kredit.
“Suatu
perusahaan dikatakan mempunyai posisi keuangan jangka pendek yang kuat apabila:
(1) mampu memenuhi tagihan dari kreditur jangka pendek tepat pada waktunya, (2)
mampu memelihara modal kerja yang cukup untuk membelanjai operasi perusahaan
yang normal, (3) mampu membayar bunga utang jangka pendek dan dividen, dan (4)
mampu memelihara kredit rating yang menguntungkan” Jumingan (2011, p. 123).
Rasio likuiditas yang digunakan dalam menganalisis keuangan perusahaan
asuransi, antara lain current ratio (rasio
lancar), dan cash ratio (rasio kas).
Sedangkan Harahap (2008, p. 301) menuturkan
bahwa rasio likuiditas dapat menggambarkan kemampuan perusahaan untuk
menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya. rasio-rasio ini dapat dihitung
melalui sumber informasi tentang modal kerja yaitu pos-pos aktiva lancar dan
utang lancar.
2.3.5
Pengertian
Statemen Keuangan
Statemen keuangan perusahaan adalah statemen yg memberikan ikhtisar
mengenai keadaan keuangan perusahaan, dimana Neraca (balance sheet)
mencerminkan nilai aktiva, hutang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu,
dan Statemen Rugi-Laba (income statements) mencerminkan hasil-hasil yang
dicapai selama suatu periode tertentu biasanya satu tahun.
2.3.6
Analisis
Statement Keuangan
Konsep analisis keuangan, bahwa hubungan – hubungan kuantitatif dapat
digunakan untuk mendiagnosa kekuatan dan kelemahan dalam kinerja suatu
perusahaan.
2.3.7
Manfaat
analisis Rasio Keuangan
Membantu penganalisis untuk mengetahui keadaan dan perkembangan keuangan
perusahaan yg bersangkutan.
Untuk mengambil manfaat rasio keuangan kita memerlukan standar untuk
perbandingan. Salah satu pendekatan adalah membandingkan rasio-rasio perusahaan
dengan pola industri atau lini usaha di mana perusahaan secara dominan
beroperasi.
2.3.8
Macam-macam
Rasio Keuangan
Beberapa tinjauan terhadap
hubungan kuantitatif rasio keuangan:
Dilihat dari sumbernya rasio
dibagi menjadi 3:
1. Rasio-Rasio Neraca
·
Adalah rasio-rasio yg disusun dari data yg
berasal dari neraca misalnya; current
ratio, Acid test-ratio, , current assets to total assets ratio, current
lialibilities to total assets ratio dan lain sebagainya.
2. Rasio Statemen
Rugi-Laba
·
Rasio-rasio yang disusun
berdasarkan income statements, misalnya gross profit margin, net operating margin,
operating ratio, dan lain sebagainya.
3. Rasio-Rasio Antar
Statemen Keuangan
·
Adalah rasio keuangan yang disusun
berdasarkan Neraca dan data lainnya yg berasal dari income statement, misalnya
assets turnover, inventory turnover, receivables turnover dan sebagainya.
Pendekatan Lain dalam Analisis Laporan
Keuangan
Langkah
pertama : Pengelompokkan Pengukuran dalam 3 aspek
1.
Ukuran
kinerja
2.
Ukuran
Efisiensi Operasi
3.
Ukuran
Kebijakan Keuangan
- Ukuran kinerja dianalisis dalam tiga kelompok:
- ratio profitabilitas
- ratio pertumbuhan
- ratio Penilaian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar